Showing posts with label Pendidikan Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Sejarah. Show all posts

Wednesday, April 15, 2020

SJ599 P_6 - P_7《Sin Po, 5 Séptémber, 1946: Bandoeng dan daerahnja.

Sumber:
. PERANAN BADAN - BADAN PERJUANGAN DI DISTRIK BUAH BATU PADA MASA RÉVOLUSI FISIK: PERTEMPURAN DI DÉSA SAPAN DAN CIJAWURA, AGUSTUS, 1946. SKRIPSI
. Jurusan Pendidikan Sejarah. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas Pendidikan Indonésia. 2007: halaman 213.
P_6:
Kemoedian rombongan - rombongan orang Indonesia deket Waroedojong ditembaki dengen mortier. Bebrapa rombongan Indonesia laen antara Waroedojong dan Tjihampelas poen ditembakin. Satoe tembakan dilepas dengen djitoe pada satoe pertahanan Indonesia. Di fihak Blanda tida ada karoesakan dalem ini pertempoeran.

P_7:
Di waktoe seru tembakan meriam dilepas pada bilangan dessa Tjikoeja, Tjikancoeng, dan Pangerapan, semoeanja terletak di seblah Selatan dari Tjilampeni, berhoeboeng dengen berkoempoelnja orang-orang Indonesia di sana.
________

Perhatian khusus, analisa:
Dalam P_7, dituliskan 'Tjikoeja', dan 'Tjikancoeng', keterangan bahwa tempat tersebut terletak di sebelah selatan Sungai 'Tjilampeni', menurut Kritik Sumber, Kritik Internal dari Penulis, terhadap Sumber Primér ini, adalah bukan penempatan géografis yang pas, kalau kita mengetaui bahwa pada saat kini [taun 2020, yangmana Lampiran Skripsi ini lagi dikaji_ulang oléh penulis [Yusni Tria Yunda], dalam upaya , diketaui bahwa Cilampeni saat kini diperuntukkan bagi penamaan Sungai menuju Sungai Citarum yang mengalirnya dari mata_air di Ciwidéy [sebelah selatan dari Kota Bandung, atau?: kini masuk ke Kewilayahan Kabupatén Bandung Barat], sehingga?: menurut Penulis: Cilampeni bukan berada di Kewilayahan Kecamatan Cicaléngka, sebagaimana Désa Cikuya kini berada di Kewilayahan Kecamatan tersebut, dan berbatasan dengan Kecamatan Cikancung, saat ini. Keduanya [Cikuya, dan Cikancung], adalah daérah - daérah yang kini setingkat Désa [Désa Cikuya], dan Kecamatan [Kecamatan Cikancung], ya ini?: berada di wilayah Kabupatén Bandung bagian Timurnya, bukan bagian Selatannya.

Penulis meyakini lokasi géografis tersebut, sehubungan sudah selama sekitar 4,5 taunan [Taun 2011 - Juni 2015 Maséhi], Penulis ditugaskan di Kecamatan Majalaya, yangmana jangkauan perékonomian secara perputaran aréa perbankannya masih mengkafer kedua Nama Tempat - Tempat tersebut.

Dan hal mengenai Nama 'Sungai Cilampeni', berada di sebelah selatan Bandung, diperkuat pula oléh kontribusi keterangan tertulis on_line dari Kaka Penulis: Zaitun Nurul Yunda, sebagaimana isi dialog kami dalam ScreenShot berikut:

Kemudian, pada awal Taun 2020, Penulis berkunjung ke Cilampeni, tempat ada jejak - jejak KKN Mahasiswa - Mahasiswi UPI di sana, sebagaimana terlihat dalam vidio berikut:


Namun, apabila yang kita pahami dalam aspék - aspék berita sezaman dalam Surat Kabar Sin Po tersebut adalah dari sudut_pandang global, dapat dipahami, bahwa: 'Orang Wartawan Jauh' dapat memudahkan pembacaan médan géografis yang belum sepadat démografis terkini, tentunya, secara menyatakan dengan arah posisi satu Nama Daérah di satu kawasan tempat, yang dikalangi, diberi ciri, dengan satu hal yang lebih permanén daripada bangunan - bangunan buatan manusia, yaitu: sebelah mana dari sungai apa?, sebagai koordinat yang praktis.

Terlebih lagi?: secara fisik saat itu [setelah 26 Maret, Taun 1946, Bandung dan sekitarnya, terutama Kewilayahan Kota Bandung, ditinggalkan oléh sebagian besar penduduk dan pemerintahannya, hijrah ke Jogjakarta, sehingga aktivitas - aktivitas Pemerintahan Daérah dipindahkan ke Sukapura [kini Tasikmalaya], dan Pemerintahan Pusat Rélublik Indonésia ke Yogyakarta], mengingat bahwa bagi 'Orang Jauh': jarak antara aliran sungai - sungai di daérah Bandung Timur dan sekitarnya, seperti: Sungai Citarik, Sungai Cikiruh, juga Sungai Cibisoro, yang semuanya merupakan sungai - sungai penyumbang Sungai Citarum [mengalir ke Citarum, dan secara bersama - sama dengan sungai - sungai lainnya, seperti: Sungai Cikapundung yang bermata_air dari bagian utara Bandung, juga Cilampeni, yang bermata_air dari sebelah selatan Bandung ini, selain juga Citarum yang dari arah Pangaléngan muaranya, lalu kesemuanya bertemu di, dan membentuk Citarum Besar], adalah lebih mudah menyebutkan di sebelah mana dari sungai mana?, ataupun dari gunung mana?, sebagaimana paragraf tadi.

Perlu diingat, bahwa peristiwa pemberitaan tersebut berlangsung pada masa - masa genting, rawan, dan suasana révolusi fisik, juga diplomasi. Dan, banyak terjadi pemberitaan - pemberitaan susulan, setelah peristiwa yang dibahaskan berlalu beberapa hari kemudian. Selain itu?: banyak pemberitaan dari luar daérah yang diberitakan, bagi beberapa Surat Kabar sezaman. Maka?: sedikit saja informasi - informasi kunci dari satu ataupun beberapa peristiwa sejarah pada situasi dan kondisi zaman seperti demikian, adalah telah sangat baik, dan menjadi sangat berharga, terlepas dari berbagai bentuk keragaman gaya dan atau variasi dalam menyantuni keperluan masyarakat terhadap berita - berita penting.

Kiranya, penyesuaian pemikiran ini, telah bisa mendekati poin ke-5 sub: 'menghargai multikulturalismeu' dari Tujuan Program Studi Pendidikan Sejarah, di UPI, sebagaimana dalam tautan url berikut: .


Kembali ke: ini.

Analisa P_3 - P_5《 Sin Po, 5 Séptémber, 1946: Bandoeng dan daerahnja.


P_3:
Pada hari Saptoe 31 Augustus di desa Tjikamboek[-k/+y], di seblah Selatan dari Dajeuhkolot, telah ditangkep saorang Indonesia, jang disangka lakoeken pemboenoehan.

P_4:
Orang - orang Indonesia, jang berkoempoel deket dessa Salam dan Pasir Haoer di bilangan Padalarang ditembaki dengan mortier oleh tentara Blanda, begitoepoen orang - orang Indonesia jang berkoempoel deket onderneming Friesland, di seblah Oetara-Barat dari Tjisaroea.

P_5:
Di bilangan Batoedjadjar salasatoe patrrouille Blanda bertempoer dengen berbagi-bagi rombongan orang Indonesia, jang bersarang di tepi Selatan dari kali Tjitaroem.


Kembali ke》 ini.



SJ599 Analisa P_1 - P_2《 Sin Po, 5 Séptémber, 1946: Bandoeng dan Daérahnya.


P_1:
Dienst panerangan tentara Blanda wartaken :

P_2:
Pada tanggal 20 Augustus di kampoeng Panjadapan ( Tjisaroea ) telah ditangkep saorang Indonesia jang disangka lakoeken pemboenoehan. Blakangan ini orang tangkepan ditembak mati, koetika tjoba melariken diri.

________
Kembali ke》.



SJ599 Sin Po, 5 Séptémber, 1946: Bandoeng dan Daerahnja.

. [💊📚]. 
....
》》.
...
...
....

》》.
...

》》.
.

Tuesday, April 7, 2020

KD303 Kurikulum dan Pembelajaran (1).

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

Dengan fungsi membentuk cara pandang dan pola pikir kehidupan bagi Para Peserta Didik, generasi kini, dan generasi mendatang, maka Pendidikan Sejarah dikurikulumkan.

Kalau Variabel Terikatnya adalah Hukum - Hukum dan Éksés/Éfék dari Perbuatan Zinaa, digunakan sebagai hal yang diduga telah menjadi penyebab kemandegan [stagnasi] dalam kemajuan perdaban ummat manusia, maka faktor Latar Belakang dari kara tersebut penting dikaji, guna melihat: apakah kurikulum yang disajikan kurang berfungsi sebagai alat bantu bagi para manusia  pembelajar, dalam kara tadi, ataukah faktor ketajaman dan ketepatan menerapkan hérméneutika sejarah yang masih kurang pelatihan guna lebih diterampilkan?.

Pola - pola pembiaran, oléh Para Generasi Pendahulu, di satu pihak, sehubungan sesuatu dan lain hal, yanh kemungkinan besar disebabkan bahwa Kelompok Populasi itupun pernah melakukan kara - kara yang sama, yang tiada/belum ditemukan solusinya pada saat peristiwa terjadi.

'Dibuang ke dalam Permainan Dunia', adalah pemaknaan klasik mengenai kekhasan Zaman Nabi Aadama dengan Siti Hawaa paska keduanya melakukan kesalahan melanggar nahyi di jannaatin.

Namun, bagi Ummat Nabi Muhammad, telah ada ketentuan - ketentuan mengenai solusi atas kara - kara tersebut, hanya saja: petunjuk - petunjuk téknis masih bersérakan penyusunannya.

Artinya: terdetéksi adanya masalah yang dapat dirumuskan, ya itu mengenai: "gap" yang terbentuk di antara pemahaman mengenai peristiwa - peristiwa zinaa pada masa silam [sejarah], dengan solusi bagi éfék - éféknya pada masa kini, yangmana sebelum dilakukan prosedural sebagaimana seharusnya yang dipahami oléh Ummat Nabi Muhammad, maka: selama itu pula un_ending searching belum akan menemukan solusinya [ m=1 ] bagi generasi saat ini, dan arah berpikir bagi generasi mendatang.

Struktur sosial/kondisi sosiologis dari satu kelompok masyarakat pendukung kebudayaan, meskipun secara agama - adalah telah dan lagi menganut Ajaran Rosulullooh Muhammad SAW., - terkadang membuat Para Akademisi dan juga yang akan melakukan prosedur [Para Pelaku, dan Saksi - Saksi] perlu waktu dan référensi keilmuan lebih banyak daripada sekedar menerima satu putusan hukum normatif dari suatu nilai - nilai budaya pada satu waktu yang tentunya akan berbéda dengan tolok ukur éntitas masyarakat budaya - budaya lainnya, bahkan sangat mungkin akan berbéda pada masyarakat berbudaya yang sama pada waktu yang berbéda [waktu mendatang], yang sifatnya bukan sepermanén al Qur`aan secara tékstual.

Sehubungan kebudayaan sifatnya dinamis, serta masyarakat pendukung kebudayaan tersebut berganti - ganti generasi, sedangkan penulisan [ Historiografi ] terhadap hal - kara fatal seperti zinaa tersebut sangat jarang dalam ranah pustaka masyarakat berbudaya 'timur', maka: prosés pertanggungjawaban atas kara tersebut berlarut - larut, dan telah membuat manusia pelaku dan pendukungnya melakukan berbagai cara - cara kréatif dan inovatif bagi penyelesaian dan pertanggungjawaban yang bukan seragam atas masalah tersebut. Kara itu, kebukan_seragaman, membuat Orang Selanjutnya [generasi mendatang] dimungkinkan mengalami kebingungan mengambil pola, sebagaimana pada saat penulis mengalaminya.

Di sisi lain, sebagai réaksi atas pencarian jawaban - jawaban atas kara - kara yang membingungkan, mémang menjadi lahirlah berbagai pengetauan dan ilmu - ilmu, sebagaimana Téori Challange and Response, mencakup métodeu - métodeu dan téhnik - téhnik baru, sebagai bukti bahwa: tiap - tiap generasi manusia dalam kelompok ini dan Para Pendukungnya, telah berikhtiar melakukan cara - cara kembali kepadaNya pada satu/suatu masa dalam sejarah. Namun?: historiografi pengarsipannya seperti apa harus dipahami oléh pembaca?, sedangkan Jiwa Zaman, perumpamaan, makna - makna kosa kata, sangat bisa berubah - ubah yang membuat makna - makna dénotasi menjadi samar [mentah kembali, dari yang asalnya hendak menjadikan Sejarah sebagai Pendidikan, malah kembali ke pada bahan: Sejarah sebagai Sastra].

Serat Pararaton, mengenai asal - usul Kén Arok, misalnya, selain éfék memberikan légalitas politik bagi idéntitas Tokoh Pendiri kerajaan besar di Pulau Jawa pada masanya [Singasari], sejatinya layak diduga bahwa keabsyahan idéntitas kelahirannya adalah berasal dari peristiwa perkawinan yang bukan lazim melalui pernikahan secara norma - norma sosial yang lagi berlaku ketika itu [sekitar abad ke-13 Maséhi], antara Kén Endok [Calon Ibu Kandung Kén Arok] dengan Déwa Brahma, saat Kén Endok disenggamai oléh Sang Déwa di sawah.

Kebijakan sastra menempuh cara pelukisan seperti itu, menurut penulis, terlalu berbelit - belit, apabila menyimak cepatnya waktu hidup berlangsung bagi tiap - tiap generasi manusia, sementara upaya guna memahami fénoména - fénoména implisit seperti sastrawi demikian adalah terlalu lama, dan kurang éféktif dalam mendekatkan antara Pencari Solusi dari bidang ini [sejarah] dengan tujuannya, dibandingkan dengan cara ijtihad kolaborasi fiqh Islam dengan budaya keilmuan - keilmuan Multi_Disiplinér, Intra_Disiplinér, ataupun Trans_Disiplinér guna mendapatkan obat dalam rak - rak Pos Persediaan/Stok yang disediakan oléh kurikulum bidang keilmuan Pendidikan Sejarah yang mempraktékkan peranan Sejarah sebagai Pendidikan dalam kurikulumnya.

Simpulan:

Kurikulum terbaik adalah yang disusun dan disajikan berdasarkan keperluan Stake Holder yang hendak disembuhkan melalui obat - obat racikan Dunia Pendidikan.

Curriculum Re_View》
2020》UPI》FPIPS》Pendidikan Sejarah》sumber kodeu dan Nama - Nama Mata Kuliah:
1. http://www.upi.edu/akademik/kurikulum
2. http://www.upi.edu/main/file/kurikulum/Pend.%20Sejarah.pdf [download terlebih dahulu].

MKDK》
KD300 Landasan Pendidikan.
        ...  Landasan Pendidikan.
KD301 Psikologi Pendidikan.
KD302 Bimbingan dan Konseling.
KD303 Kurikulum dan Pembelajaran.
KD304 Pengelolaan Pendidikan.
KD305 Penelitian Pendidikan.

MKKF》
IS300 Pengantar Ilmu Sosial.
IS301 Pendidikan Ilmu Pengetauan Sosial.
IS302 Studi Masyarakat Indonésia.

MKKP Jurusan/ProDi》
SJ500 Belajar dan Pembelajaran Sejarah.
SJ505 Média Pembelajaran dan TIK Pembelajaran Sejarah.
SJ506 Telaah Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran Sejarah.
SJ507 Évaluasi Pembelajaran Sejarah.

MKK Jurusan/ProDi》
SJ100 Bahasa Inggris.
SJ101 Pengantar Ilmu Sejarah.
SJ102 Sejarah Indonésia Kuno.
SJ103 Sejarah Peradaban Hindu.
SJ200 Sejarah Islam di Indonésia.
SJ201 Sejarah Peradaban Islam.
SJ202 Sejarah Perékonomian.
SJ203 Sejarah Kolonialismeu Barat di Indonésia.
SJ204 Sejarah Kebangkitan Negara - Negara Afrika.
       ... Sejarah Kebangkitan Negara - Negara Afrika (1).
SJ205 Sejarah Sosial.
SJ210 Sejarah Pergerakan Nasional Indonésia.
SJ211 Sejarah Peradaban Barat.
SJ212 Sejarah Lokal.
SJ213 Métodologi Penelitian Sejarah.
SJ300 Sejarah Révolusi Indonésia.
SJ301 Historiografi.
       ... Historiografi (1)》Sejarah sebagai Pendidikan Sejarah.
SJ306 Sejarah Indonésia Pada Masa Démokrasi Liberal, dan Terpimpin.
SJ307 Sejarah Pendidikan.
SJ308 Sejarah Peradaban Timur.
SJ400 Sejarah Kebangkitan Negara - Negara Asia.
SJ401 Sejarah Ordeu Baru dan Réformasi.
SJ402 Seminar Penulisan Karya Ilmiah.
SJ407 Statistika.
SJ409 Filsafat Pendidikan.
SJ410 Sejarah Kebudayaan.
SJ589 Skripsi.
SJ599 Ujian Sidang Skripsi.

A118 MKKKP Pédagogi Sejarah
[Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian Pilihan Jurusan]》
SJ206 TIK dalam Pendidikan Sejarah.
SJ208 Kajian Buku Téks Sejarah.
SJ214 Sastra dalam Pembelajaran Sejarah.
       ... Sastra dalam Pembelajaran Sejarah (1).
SJ302 Simulasi Pembelajaran Sejarah.
SJ310 Modél - Modél Pembelajaran Sejarah.
SJ405 Problématika dalam Pembelajaran Sejarah.
SJ413 Konstruktivismeu dalam Pembelajaran Sejarah.
SJ414 Berpikir Kritis dan Kréatif dalam Pembelajaran Sejarah.

A119 MKKKP Pédagogi dan Matéri Ilmu - Ilmu Sosial.
[Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian Pilihan Jurusan]》
SJ216 Dasar - Dasar Sosiologi.
SJ217 Dasar - Dasar Antropologi.
SJ218 Téori - Téori Sosiologi dan Terapan.
SJ219 Téori - Téori Antropologi dan Terapan.
SJ220 Sistem Sosial Budaya Indonésia.
SJ221 Dinamika Masyarakat Indonésia.
SJ304 Pembelajaran IPS Terpadu.
SJ412 Multikulturalismeu dalam Pembelajaran.
________
PERBANDINGAN DENGAN TAUN 2007
[Saat Penulis Lulus dari Jurusan/Program Pendidikan Sejarah S1 di UPI]》sumber: disalin dari Halaman II Ijazah Yusni Tria Yunda, 22/10/2007, nomer 06027215.

DUM501 Pendidikan Agama Islam.
DUM506 Pendidikan Pancasila.
DUM507 Pendidikan Kewiraan.
DUM508 Pendidikan Lingkungan, Sosial, Budaya, dan Téknologi.
DUM509 Olahraga.
DUM510 Kesenian.
DUM560 Kuliah Kerja Nyata [KKN].
DUM591 Seminar Pendidikan Agama Islam.
ADM500 Pengelolaan Pendidikan.
FSP500 Pengantar Pendidikan.
KUT500 Kurikulum dan Pembelajaran.
PPB500 Perkembangan dan Bimbingan Peserta Didik.
IPS501 Pengantar Ilmu Sosial.
IPS502 Pendidikan Ilmu Sosial.
IPS503 Studi Masyarakat Indonésia.
SEJ585 Perencanaan Pengajaran.
SEJ586 Stratégi Belajar Mengajar.
SEJ587 Évaluasi Pendidikan.
SEJ588 Penelitian Pendidikan.
SEJ589 Program Pengalaman Lapangan.
IND500 Bahasa Indonésia.
ING500 Bahasa Inggris.
SEJ516 Filsafat Sejarah.
SEJ517 Manusia dan Sejarah.
SEJ518 Pengantar Ilmu Sejarah.
SEJ519 Métodologi Sejarah dan Historiografi.
SEJ520 Sejarah Nasional Indonésia I.
SEJ521 Sejarah Nasional Indonésia II.
SEJ522 Sejarah Nasional Indonésia III.
SEJ523 Sejarah Nasional Indonésia IV.
SEJ524 Sejarah Nasional Indonésia V.
SEJ525 Sejarah Nasional Indonésia VI.
SEJ526 Sejarah Nasional Indonésia VII.
SEJ527 Sejarah Lokal.
SEJ528 Sejarah Asia Tenggara.
SEJ529 Sejarah Asia Selatan.
SEJ530 Sejarah Asia Barat Daya.
SEJ531 Sejarah Asia Timur.
SEJ532 Sejarah Éropa.
SEJ533 Sejarah Amérika.
SEJ534 Sejarah Australia dan Oceania.
SEJ535 Sejarah Afrika.
SEJ536 Sejarah Kebudayaan.
SEJ537 Sejarah Politik.
SEJ538 Sejarah Sosial.
SEJ539 Sejarah Perékonomian.
SEJ540 Sejarah Pendidikan.
SEJ541 Sejarah Inteléktual.
SEJ542 Sejarah Islam.
SEJ546 Téori - Téori Sosial Budaya.
SEJ547 Masyarakat dan Kebudayaan.
SEJ548 Sistem Budaya dan Dinamika.
SEJ549 Integrasi dan Asimilasi.
SEJ550 Sosiologi, Antropologi Pembangunan.
SEJ561 Struktur dan Prosés Sosial.
SEJ562 Masyarakat Pedésaan.
SEJ563 Masyarakat Urban.

Friday, April 3, 2020

SJ412 Multikulturalismeu dan Pembelajaran.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ304 Pembelajaran IPS Terpadu.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ221 Dinamika Masyarakat Indonésia.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ220 Sistem Sosial Budaya Indonésia.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ219 Téori - Téori Antropologi dan Terapan.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ218 Téori - Téori Sosiologi dan Terapan.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ217 Dasar - Dasar Antropologi.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

Penulis berpikir bahwa individu anthropus ["anthropos"/manusia], yang merupakan yuniti terkecil dalam melihat ["see"] kumpulannya ["all"], dalam suatu lingkungan yang sangat melihat kumpulan sekitarnya ["so see all"], adalah titik tumpu utama, dari bahasan - bahasan internal mengenai bedahan "count"_`ain manusia/"anthropos".

"Un_thropy from his/her post/posts" = "anthropos", ialah sangat dekat manusia yang sesungguhnya [The True Human], mengabdi kepada Tujuan yang seharusnya, sebagaimana manusia diciptakan, ya itu untuk beribadah kepada Penciptanya, penulis meyakiniNya: Allooh yang menciptakan penulis dan segalanya.

Dalam pengabdian tersebut memerlukan ketulusan, yang mana ketulusan tersebut didapatkan sebagai hasil pembelajarannya, berkenaan dengan apa - apa yang diyakini oléh manusia [The Believe of The Human], beserta perangkat pengetauan dan pemahaman mengenai Tata Cara Perbuatan untuk pencapaian tujuan beribadah tersebut.

Secara normal, manusia bukan dapat memahaminya dalam keindividualannya, perlu interaksi - interaksi guna mendapatkan - membandingkan apa - apa yang menjadi Asét Pengetauannya. Maka, "anthropos" yang mempunyai poténsi "believing to" Alloh ini memerlukan interaksi sosial dengan sesama manusia lainnya dalam sinyal - sinyal khofiy [psikis] dan jahar [inderawi], ékspansi demikian menjadi ranah Sosiologi.

Adapun pendalaman "anthropos", dari aspék psikis [kejiwaan]_nya tersebut, mempunyai beberapa kecakapan ["talent(+s)"], di antaranya adalah Emotional Question_abilifies, dan Intelectual_ablilifies.

Membaca tulisan ini, misalnya: termasuk ke dalam Intelectual_abilifies [kemampuan - kemampuan mengetaui dari sumber yang menyatakan ("in tell") satu/suatu perihal/perkara yang kadar kebenarannya dapat dicari dalam pengalaman diri Para Pembaca ("act to all"), sehingga: apabila benar perkataan maknawi ini, dalam tolok ukur pembaca, maka benarlah pembaca tersebut pernah mengalaminya, ataupun, minimal: pernah memikirkannya.].

Itu adalah ranah pengetauan individu "anthropos", yang punya kemampuan mengingat ("memory"), biasanya di dekat letak sepasang mata, kepala, yaitu organ otak.

Ketika kebenaran tersebut dirasakan terdetéksi hal yang lebih benarnya, ada kaidah - kaidah hukum/aturan - aturan yang telah_lagi, ataupun yang pernah diingatnya pula dalam mémori, maka: memasuki ranah pemahaman, yang diantar oléh pengetauan berkendaraan ingatan tadi.

Pemahaman yang berada di ambang batas psikis di antara ingatan dan bathin (kecenderungan - kecenderungan perasaan - perasaan hati), memasuki aréa ingatan_diri ('nafsiy'/"self").

Pada lanjutannya, apabila beberapa "clue(+s)" di antara berbagai sinapsis syaraf - syaraf ingatan_diri di tengah kedua alis yang melindungi organ - organ penglihatan dari jatuhnya benda - benda asing dari atas dahi ♡[yang dianggap lebih superior] telah mendapat "simultant I'm_pull(+s)" [hasrat Sang Aku ("Ego") mendorong kemajuanku secara simultan], terjadi konfirmasi kepada ingatan sekali lagi [bolak - balik 1 rit, ke ubun - ubun kepala (qolaab)], mengenai apakah telah benar fakta - fakta diri menemukan kebenaran atas rangsangan - rangsangan yang diterima sénsorik syaraf - syaraf organ?.

Apabila telah benar konfirmasinya, mengalir arah DATA Intellectual_abilifies ini ke arah 'lebih dalam': jiwa.

Dalam jiwa_lah prosés pengolahan selanjutnya, yang bisa disebut: Emotional_abilifies Capacity Proccessing. Titik tengah ulu_hati, di tengah - tengah kedua belahan tulang dada vértikal, sérong sekitar 20 - 25 derajat ke kanan atas jantung adalah penumpu pembukaan Kepala_Hati sebelum DATA menyentuh "heart".

Dengan demikian, keduanya [IQ, dan EQ], yang secara khusus nantinya lebih diperdalam dalam keahlian - keahlian keilmuan khusus dari yang khusus, seperti: Tasawuf dan Psikotérapi, yang merupakan bagian pendalaman yang lebih khusus dari Psikologi Umum, semuanya berawal dari Kontéks Antropologi, yang ber_"count"_`ain [berhitungan penglihatan seperti uraian - uraian tadi].

IQ sebagai bentuk produk "Count_save" [hitungan pertimbangan menyimpan jenis DATA] Cipta [pemikiran/yang dipikirkan], adalah berbéda dengan EQ - meskipun bukan artinya tiada beririsan sama sekali dengan Rasa ["sense"] - dan dengan Karsa ["desire"/ghoiyr_ruwh (di luar kemurnian diri yang suci)].

EQ yang membentuki "Equality Minds Of Think Implisite Own Nearby" [EMOTION], meski cenderung subjéktif, namun neracanya yang dihisab bersama dengan IQ, akan menjadi keseimbangan, yang membuktikan letak sempurnanya manusia ["Anthropos" secara kejiwaan, ataupun "Homo Sapiens" secara biologika].

Maka, simpulan bahasan tulisan ini: pembatasan pertama bagi Antropologi, adalah keilmuan mengenai 'Sisi Dalam' Individu Manusia, bukan aspék fisiologinya [bukan aspék biologika].

Simpulan Ke-2: Antropologi bersubjék dan objék pada diri individu manusia, bukan pada social_center_nya.

Simpulan Ke-3: aspék - aspék karya - karya yang dihasilkan oléh Individu "Anthropus" yang ber_Cipta, dan ber_Rasa, adalah bukan terlepas dari "internal factory"/fakta - fakta aslinya yang diketaui dan pernah dialami, yang digunakannya guna membuat 'adaama - adaama' baru_lainya.

Simpulan Ke-4: prosés "anthropos" menjadi "human", ketika dituliskan, dan dapat diterima informasinya oléh Pihak - Pihak Lain yang sezamannya, serta kelak yang berbéda zaman [selanjutnya, dan kadang dimungkinkan: bagi yang sebelumnya], menjadi salasatu dasar Pendidikan Sejarah. 

Tapi, bagi Keilmuan Sejarah, informasi kepada genarasi sebelumnya, hanya dapat diposkannya/diberitakannya setelah ditransformasikan melalui tahapan Sejarah sebagai Hukum.

SJ216 Dasar - Dasar Sosiologi (1).

Yusni Tria Yunda [📝📚].
Suntingan-108/04/2020》menautkan konsép: .
Konsép - Konsép Bahasan 1》

Komunikasi, Interaksi, Pergerakan, Peranan Sosial, Kontrak Sosial, Pranata Sosial, Mobilitas Sosial, Pelapisan Sosial.
1st Main Concepts 》

Communication, Interaction, Movement, Social Role, Social Contracts, Social Institutions, Social Mobility, Social Coatings.

2 (dua) Orang, adalah batas minimal dari konsép utama sosial, ya itu: komunikasi, yang merangkap sebagai ciri utama dari lingkup sosial. Tanpa adanya komunikasi di antara 2 (dua) individu atau lebih, bukanlah ranah Sosiologi, namun , yang berobjék 'Manusia sebagai Individu', sehingga pendalaman bagi Antropologi lebih kepada keunikannya secara psikis individual, sedangkan bagi kajian Sosiologi lebih kepada pergerakan manusia dengan manusia lainnya.
2 (two) of peoples, is the minimum threshold of the main social concept, that is: communication, which also doubles as the main characteristic of the social sphere.  Without communication between 2 (two) or more individuals, it is not the realm of Sociology, but it is , whose objective is 'Humans as Individuals', so that the deepening of Anthropology is more to the psychic uniqueness of the individual, whereas for the study of Sociology it is more to the movement of humans with  other humans.

Pergerakan, dalam konsép interaksi, menjadikan iteraksi_sosial sebagai bahan kajian Sosiologi, beserta pula kajian mengenai akibat - akibat langsung, ataupun éfék - éfék dari terjadinya bentuk - bentuk interaksi sosial di antara dua manusia dan atau lebih.
Movement, in the interaction concept, makes social interactions as material for the study of Sociology, along with studies of the direct effects, or effects of the forms of social interaction between two people and or more.
Akibat - akibat yang ditimbulkan dari adanya komunikasi, adalah: terbentuknya pengertian - pengertian, setelah saling mengetaui pesan dari Para Pihak yang saling berkomunikasi tersebut.
The consequences arising from the existence of communication, are: the formation of meanings, after knowing each other's messages from the communicating Parties.
Dari pesan - pesan yang didapatkan dalam prosés komunikasi, manusia dapat memahami posisinya, ya itu peranannya dalam hubungan - hubungannya di tempatnya berinteraksi. "Order" dapat muncul dari pengertian - pengertian tersebut.
From the messages obtained in the communication process, humans can understand their position, yes, their role in the relationships in the place of interaction.  "Order" can arise from these notions.
Peranan_sosial, yang dirasakan perlu diemban oléh individu dan atau sekelompok masyarakat, adalah muncul berdasarkan hasil penyepakatan dengan diri individu yang bersangkutan, berkenaan dengan poténsi - poténsi sosial yang lagi dipunyainya, beserta poténsi - poténsi yang belum dipunyainya, baik matéril ataupun non_materil.
The social role, which is felt to be carried out by individuals and / or groups of people, is to emerge based on the results of agreement with the individual concerned, regarding social potencies which he has, as well as potentials which he does not yet have, either matéril or non-material.
Pertimbangan status kepunyaan poténsi, membuat pihak - pihak yang merasa kurang dalam satu ataupun suatu perkara, memerlukan kontribusi ataupun peranan dari Pihak Lain: individu - individu lain, ataupun Kelompok - Kelompok Lain dalam masyarakat tempatnya melangsungkan kehidupan, guna mengisi kekosongan poténsi yang belum ada pada dirinya.
Consideration of the status of possession of potential, makes parties who feel lacking in one or a case, require contributions or roles from Other Parties: other individuals, or Other Groups in the community in which they live, in order to fill the potential vacancies that do not yet exist in  himself.
The bargain process of talents amoung two or more individues is starting, when the increasing needing by one partition from the other one, dan prosés tawar menawar ini dapat menjadi awal yang baik dari suatu mékanismeu bisnis, atau: téknis umum pertukaran dari suatu sistem perékonomian, yang menjadi muamalah.
The bargain process of talents amoung two or more individuals is starting, when the increasing needing by one partition from the other one, and this bargaining process can be a good start of a business mechanism, or: the general technical exchange of an economic system,  that becomes muamalah.
Dengan latar belakang kesadaran akan perlunya saling mengisi dalam peranan - peranan yang belum [lagi_bukan dipunyai] oléh Pihak Partner Interaksi, maka terbentuklah kesepakatan - kesepakatan, dengan modél kesepakatan lisan yang bukan/belum tertuliskan [sehubungan keperluan - keperluan tersebut belum bersifat kompléks, serta masih dapat ditangani secara praktis], ataupun yang tertulis, seperti kontrak - kontrak sosial bagi masyarakat sejarah yang telah mengenal tulisan.
With a background of awareness of the need to complement each other in roles that are not yet owned by the Interaction Partner, agreements are formed, with verbal agreements not / not yet written [regarding these needs not yet being complex, and still  can be handled practically], or written, such as social contracts for historical societies who are familiar with writing.
Kontrak - kontrak sosial yang tanpa tertulis, seperti terjalinnya kerjasama diferensiasi jenis pekerjaan bagi Laki - Laki Déwasa, dan bagi Perempuan Déwasa, pada masa pra_sejarah, dimungkinkan terjadi pula dalam kontrak - kontrak sosial secara éksternal, seperti: perkawinan di antara satu anggota pemukim di satu kelompok masyarakat pra_sejarah, dengan satu anggota pemukim di satu kelompok lain, di luar kelompoknya, tanpa perlu dituliskan Berita Acara_nya, sehubungan tingkat keperluan yang simpel pada saat itu berbéda dengan kompléksitas bagi masayarakat manusia yang hidup setelahnya, maka diperlukanlah média guna saling mengingatkan tiap - tiap Berita Acara di luar diri kelompok terkecil dalam satu komunitas sosial.
Unwritten social contracts, such as cooperation in the differentiation of the types of work for Déwasa Men, and for Déwasa Women, in pre-historical times, it is also possible for social contracts to occur externally, such as marriage between one member of the settlers in one  pre-historic community groups, with one member of the settlers in another group, outside the group, without the need to write the Minutes, due to the simple level of need at that time differing with the complexity of the human society that lives afterwards, it is necessary to remind each - each  News Event outside the smallest self groups in a social community.
Kondisi pra_nata sosial yang belum tertata secara tertulis, bersifat sederhana, yang dengan itu pertukaran pesan dan kabar, lebih mudah, dan lebih didasarkan kepada rasa tau sama tau di antara anggota - anggota kelompoknya sebagai struktur dasar dari pelapisan sosial yang belum tebal jarak di antara jenjang - jenjangnya.
Variasi dari pola - pola mobilitas sosial di antara posisi - posisi individu dalam struktur sosial masyarakat yang belum mengenal tulisan, belum terpimpin secara organisasional yang bersistem éféktif, adalah belum banyak merambah bidang - bidang menyamping - vértikal, dalam arti: arah mobilitas sosialnya masih cenderung berpola séri daripada berpola paralél, di mana gerakan mobilitas hanya terbatas pada 2 (dua) arah saja: kalau bukan lurus secara vértikal [naik ke atas struktur kelompok sosial/generasi lanjut/pemimpin di kelompoknya], adalah lurus secara horizontal [bergésér ke diferensiasi lainnya yang sejajar dengan posisinya dalam struktur sosial sebelumnya, misal: hijrah ke profési sumber mata pencaharian lain, di kelompok sosial lainnya].
The condition of social praata that has not been arranged in writing, is simple, with which the exchange of messages and news, is easier, and is based more on the same knowing among members of the group as the basic structure of social stratification that has not been thickened the distance between levels - level.
Variations of patterns of social mobility among individual positions in social structures of society that are unfamiliar with writing, have not been organizationally guided in an effective system, have not yet penetrated much of the sideways - vertical fields, in the sense: the direction of social mobility still tends to be patterned  séri rather than a paralél pattern, where mobility is only limited to 2 (two) directions: if not vertically straight [up to the social group structure / later generations / leaders in the group], is horizontally straight [bergésér to other differentiations that are  parallel to its position in the previous social structure, for example: moving to the profession of other livelihood sources, in other social groups].
Kondisi jarang terdapatnya silangan - silangan dalam mobilitas sosial tersebut, menunjukkan bahwa pelapisan sosial dalam kelompok masyarakat seperti demikian, masih sederhana.
The rare condition of crosses in social mobility shows that social stratification in such groups is still simple.
________
Téks asli ditulis dalam Bahasa Indonésia, diterjemakan ke dalam "English" menggunakan Google Translate.

SJ414 Berpikir Kritis dan Kréatif dalam Pembelajaran Sejarah.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

"Create": membuat dari yang belum ada. Bukan mutlak?: bagi manusia bisa juga seperbagiannya adalah "made", namun: seperti gejala asimilasi dalam Sosiologi: jika lebih banyak unsur - unsur orijinalnya, ataupun keterpaduan antara yang baru dengan yang lama telah bersenyawa dalam ikatan sehingga bukan mudah diferensiasinya lagi, maka: "count_these_see_on" tersebut bisapun diistilahkan sebagai 'kréasi', meskipun sebenarnya secara hakékat hanyalah Allooh yang 'qoodir' [mampu] menciptakan apa - apa yang asalnya tiada, sedangkan manusia hanya dimampukan membuat ["make"/"making"/"made of"] satu/suatu/sesuatu proud_act m=1 , yang sebenarnya merupakan perpaduan dari berbagai bahan baku [pengetauan - pengetauan hasil pengalaman - pengalaman] yang telah ada sebelumnya sebagai poténsi dirinya.

Ketika "create" diwujudkan menjadi satu/suatu kelompok asosiasi/per_ma_"judge"_an [majaj hukum], maka kriét ini dimungkinkan mempunyai 2 (dua) arah tuju, sesuai bentuk - bentuk setengah_jadinya [asosiasi Pos Persediaan], ya itu: kréasi, dan kritis [dalam SJ414 Wujud Berpikir Kritis dan Kréatif].

'Kréasi', dalam Bahasa Indonésia, cenderung mem_ benda. Sedangkan akhiran kara kata serapan asing menjadi 'kréatif', adalah lebih dekat dengan Kata Sifat.

Adapun 'kritis', berarti me_nyata_kan/me_lahir_kan/me(+n)_jahar_kan satu 'adalah'/satu "is": "create is", "cre(+dible) to ate": krédibilitas dalam me_makan ("ate", bentuk lampau [masa silam] dari bentuk kini yang disebut sebagai: "eat"), alias krédibilitas dalam menempatkan 2 (dua) atau lebih_1 (lebih satu) = minimal 3 unsur yangmana unsur ke_3 ("third"), adalah 'lebih_nya', yang dibentuk dari 2 (dua) unsur lama [Variabel Terikat, dan Variabél Bébas].

Kontén kritis: lebih meninjau terhadap prosés/perjalanan/tahapan - tahapan suatu hal menjadi 'adalah' ("is") tadi. Dan 'kritis' itu bukan artinya: 'harus selalu menolak/mengkompléin struktur yang telah ada sebelumnya'.

Hasil akhir dari 'kritis', bisa saja malah membenarkan [lebih dari sekedar menyetujui] temuan - temuan sebelumnya [Karya - Karya Pikir Para Ulamaa terdahulu], namun tentunya setelah melalui prosés dé_konstruksi terlebih dahulu, agar benar - benar mengetaui bagaimana satu peristiwa dapat disimpulkan oléh satu Pelaku Peneliti.

Dan 'kréasi' [upaya mencoba membuat suatu hal sebentuk dengan yang diinspirasikan oléh input - input] atas modal beberapa unsur - unsur ke_'kritis'_an dalam memandang satu/suatu Objék Per_kara: dapat membahasakan kecenderungan hukum [simpulan dari keseluruhan Hasil Tangkapan Mata - Mata Peneliti/Pembelajar] dari Pihak Yang Berkréasi/Belajar tersebut menjadi khusus [ m= 1 , kalau di Blogger] dan unik.

Maka itu pula, diistilahi 'Mata' Pelajaran, ataupun 'Mata' Kauliyyah [Kuliah], oléh se_Bab?: keperluan khusus terhadap 'Mata' yang sebelah lagi [dari Pihak Lain]》 jika ada murid, tentu perlu ada gurunya. Kalau Pandangan Mata Guru 'demikian', maka, secara kritis, Pandangan Murid ditelaah: 'dapatkah Murid mengéjanya dari demi_kian tersebut menjadi demikian?'.

Ketika SJ307 Sejarah Pendidikan [temuan - temuan fakta - fakta terdahulu], misalnya, diperlakukan sebagai Variabel Terikat dalam rencana pengorganisasian Manajemén Keuangan, maka, secara Sudut Sadur Asosiasi Istilah Médiator Finansil, bisa diasosiasikan sebagai Akun Nasabah Penyimpan.

Atau?: kalau Program Visual Basic Informatika meninjaunya sebagai inputan instruksional visual yang praktis menggunakan "mouse" sebagai input instruksionalnya, maka: dalam kerangka berpikir Kesejarahan, dan Métodologinya: SJ307 Sejarah Pendidikan dapat diperlakukan sebagai 'sumber primér', ya ini: pengalaman - pengalaman silam, yang kemudian disarikan menjadi sebentuk simpulan - simpulan guna nantinya dikirimkan ke SJ409 Filsafat Pendidikan.

Sebagai ranah dasar, paska ajuan simpulan - simpulan pengalaman silam dari SJ307 Sejarah Pendidikan, maka: SJ409 Filsafat Pendidikan mémang seharusnya diperlakukan sebagai dasar bagi langkah - langkah konstruksi pendidikan selanjutnya, yang outputnya adalah ditadaburkan dalam; KD301 Psikologi Pendidikan, KD305 Penelitian Pendidikan, KD303 Kurikulum dan Pembelajaran, juga KD304 Pengelolaan Pendidikan, yangmana kesemuanya itu adalah hasil penerapan réferénsi SJ307 sebagai Variabel Terikat/Nasabah Penyimpan, terhadap Variabel Bébas_nya: SJ409 Filsafat Pendidikan.

Dengan penerapan variabel bébas ini terhadap variabel bébas lainnya, maka bisa lahirlah irisan - irisan. Misalnya: disandingkan dengan Tujuan Pendidikan Sejarah bagi "Magister" Program Studi Pendidikan Sejarah: akan melahirkan beberapa simpulan atas asumsi - asumsi yang bentuk - bentuknya dapat diwadahi dengan saluran - saluran pendekatan ("approach") yang telah ada, seperti: diinjéksikan ke dalam anggota - anggota Kelompok DK [Dasar Keahlian tadi].

SJ413 Konstruktivismeu dalam Pembelajaran Sejarah.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ405 Problématika dalam Pembelajaran Sejarah.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ310 Modél - Modél Pembelajaran Sejarah.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ302 Simulasi Pembelajaran Sejarah.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ214 Sastra dalam Pembelajaran Sejarah (1).

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

Pun, kalau Pendidikan Sejarah adalah show_room Pos Perlengkapan dan Pos Peralatan, setiap aytem yang dikemas dalam kurikulumnya, memerlukan prolog pengenal, selain bar_code, sebagai aplikasi simulasi dalam upaya pencapaian tujuan - tujuan pembelajarannya.

Maka, SJ405 Problématika dalam Pembelajaran Sejarah, sebenarnya adalah cocok sebagai pilihan meracik dan mengemas produk - produk ("m=1"), daripada merupakan masalah yang sesungguhnya.

Mengapa?.

Se_Bab, dalam konsép "Sejarah sebagai Obat", bahan - bahan dari Masa Silam banyak peradaban ummat manusia berbagai zaman, adalah telah cukup komplit dipunyai. Bahkan oléh Sejarah sebagai Sastra bisa lebih banyak lagi diisikan keperluan - keperluan bahan, yang menjadikan Sejarah sebagai Sastra sebagai Paréto yang pas dengan multi aytem penawarannya.

Namun, secara SJ409 Filsafat Pendidikan: komposisi bahan - bahan apa saja yang dianggap tepat?, dan kalau bisa: 'telah teruji tésisnya', pada satu dan beberapa masa yang dijadikan sebagai bahan sémpling auditor, guna diracik dan kemudian dikemas sebelum disajikan kepada Para Calon Pembasmi Wabah -Wabah Penyakit Kemanusiaan Tertentu pada satu zaman, sesuai dengan keselarasan irisan - irisan psikis di antara; kepentingan diri Para Individu, kepentingan Tim Profési, kepentingan Kelompok Masyarakat, serta kebijakan pemerintah pada satu masa tertentu yang lagi dihadapi.

Hal ini, adanya adalah di konsép Sejarah sebagai Pendidikan, bukan di yang lain, dari sisi kepraktisan. Dan dengan demikian, mengingat keleluasaan sifat historiografinya, maka: Sejarah sebagai Sastra, adalah suplayer utama dalam hal bahan - bahan baku guna meracik obat - obatan tersebut, kepada "Fee"_haq Konsép Sejarah sebagai Pendidikan.

Wadah makna kesejarahan: adanya Pihak Sejarah sebagai Pendidikan. Isinya?: adanya bisa jadi didominasi pada Pihak Sejarah sebagai Sastra. Menyajikannya sebagai Obat Khusus 'Non_Génerik', adalah kewenangan Pihak Sejarah sebagai Pendidikan.

Apabila cara injéksi obat, dirasa kurang optimal lagi dalam menanggulangi satu jenis penyakit kemanusiaan, maka pada saat itulah Pihak Sejarah sebagai Pendidikan menitipkan permasalahan sejarahnya secara merékoméndasikan kepada Pihak Sejarah sebagai Hukum, guna dilakukan operasi pembedahan matéri terhadap organ - organ tertentu, yangmana apabila dapat membaik paska operasi, maka perawatan akhir paska operasi: secara pemberian konsumsi berbagai obat racikan ber_resép produk Sejarah sebagai Pendidikan dapat kembali diberikan kepada pasién poténsial yang telah selesai menjalani operasi di Pihak Sejarah sebagai Hukum.

Demikian, kedinamisan dalam Pembelajaran Sejarah, yangmana Sejarah sebagai Sastra merupakan pengenalan pertama bagi setiap manusia sebelum mengenal struktur keilmiahan Sejarah sebagai Pendidikan, serta fungsi keteraturan dari Sejarah sebagai Hukum.

Dasar - dasar pengetauan banyak disupléy langsung oléh Pihak Sejarah sebagai Sastra, misalnya: melalui Sandiwara Radio, yang mengemas tulisan fiksi berlatar belakang sejarah, yang kemudian dijadikan sebagai film: Saur Sepuh, Tutur Tinular, yang penulis alami sewaktu berusia belum akil baligh. Pengalaman mencicipi kemasan Sejarah sebagai Satra tersebut, ternyata menjadi bekal yang cukup mengenyangkan saat penulis mempelajari secara formal Sejarah sebagai Pendidikan Sejarah di IKIP Bandung/UPI, sejak Pertengahan Taun 1999 - Taun 2007.
________
Translate To English》

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

Also, if Historical Education is the Equipment Post and Equipment Post show_room, every item that is packaged in its curriculum, requires an identification prolog, in addition to bar_code, as a simulation application in an effort to achieve its learning goals.

Thus, SJ405 Problématika in Learning History, is actually suitable as a choice to mix and package products ("m = 1"), rather than the real problem.

Why?.

Because, in the "History as Medicine" concept, the ingredients of the Silent Period, many civilizations of various human ages, are quite complete.  Even as History as Literature can be filled with much more material needs, which makes History as Literature as a Paréto that fits with its multiple offerings.

However, in SJ409 Educational Philosophy: what composition of materials are considered appropriate ?, and if possible: 'have been tested', in one and several periods used as auditor sémpling material, to be formulated and then packaged before being presented to Candidates  Exterminator Outbreaks of Certain Humanitarian Diseases at one time, according to the harmony of psychic slices between;  the self-interest of the Individuals, the interests of the Professional Team, the interests of the Community Groups, as well as government policy at a particular time that is faced.

This, it is in the concept of History as Education, not in others, in terms of practicality.  And thus, given the flexibility of its historiographic character, then: History as Literature, is the main supplier in terms of raw materials for dispensing these drugs, to the "Fee" _haq Historical Concept as Education.

Containers of historical significance: the existence of Historical Parties as Education.  What's in it ?: existence could be dominated by History as Literature.  Presenting it as a 'Non_Génerik' Special Medicine, is the authority of the Historical Party as Education.

If the method of drug injection is deemed less optimal in dealing with one type of human disease, then at that time the Historical Party as Education entrusts its historical problems by referring to the Historical Party as Law, for surgical operations to be performed on certain organs, which if can be improved  post-surgery, then post-operative final treatment: by administering various prescription drugs with recipe products History as Education can be re-given to potential patients who have finished undergoing surgery at the Historical Party as Law.

Thus, dynamics in the Study of History, where History as Literature is the first introduction for every human being before recognizing the scientific structure of History as Education, as well as the regular function of History as Law.

The basics of knowledge are supplied directly by the History Party as Literature, for example: through Radio Role Play, which packs fiction writings with a historical background, which is then made into a film: Saur Sepuh, Tinur Tutur, who was a natural writer when he was not yet puberty.  The experience of tasting the history of packaging as Satra, turned out to be a stock that was quite satisfying when the author formally studied History as a History Education at IKIP Bandung / UPI, since Mid-1999/2007.
_________
Diterjemahkan dari Bahasa Indonésia, ke dalam "English", menggunakan Google Translate.