Showing posts with label A119. Show all posts
Showing posts with label A119. Show all posts

Friday, April 3, 2020

SJ412 Multikulturalismeu dan Pembelajaran.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ304 Pembelajaran IPS Terpadu.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ221 Dinamika Masyarakat Indonésia.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ220 Sistem Sosial Budaya Indonésia.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ219 Téori - Téori Antropologi dan Terapan.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ218 Téori - Téori Sosiologi dan Terapan.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

SJ217 Dasar - Dasar Antropologi.

Yusni Tria Yunda [✔📝📚].

Penulis berpikir bahwa individu anthropus ["anthropos"/manusia], yang merupakan yuniti terkecil dalam melihat ["see"] kumpulannya ["all"], dalam suatu lingkungan yang sangat melihat kumpulan sekitarnya ["so see all"], adalah titik tumpu utama, dari bahasan - bahasan internal mengenai bedahan "count"_`ain manusia/"anthropos".

"Un_thropy from his/her post/posts" = "anthropos", ialah sangat dekat manusia yang sesungguhnya [The True Human], mengabdi kepada Tujuan yang seharusnya, sebagaimana manusia diciptakan, ya itu untuk beribadah kepada Penciptanya, penulis meyakiniNya: Allooh yang menciptakan penulis dan segalanya.

Dalam pengabdian tersebut memerlukan ketulusan, yang mana ketulusan tersebut didapatkan sebagai hasil pembelajarannya, berkenaan dengan apa - apa yang diyakini oléh manusia [The Believe of The Human], beserta perangkat pengetauan dan pemahaman mengenai Tata Cara Perbuatan untuk pencapaian tujuan beribadah tersebut.

Secara normal, manusia bukan dapat memahaminya dalam keindividualannya, perlu interaksi - interaksi guna mendapatkan - membandingkan apa - apa yang menjadi Asét Pengetauannya. Maka, "anthropos" yang mempunyai poténsi "believing to" Alloh ini memerlukan interaksi sosial dengan sesama manusia lainnya dalam sinyal - sinyal khofiy [psikis] dan jahar [inderawi], ékspansi demikian menjadi ranah Sosiologi.

Adapun pendalaman "anthropos", dari aspék psikis [kejiwaan]_nya tersebut, mempunyai beberapa kecakapan ["talent(+s)"], di antaranya adalah Emotional Question_abilifies, dan Intelectual_ablilifies.

Membaca tulisan ini, misalnya: termasuk ke dalam Intelectual_abilifies [kemampuan - kemampuan mengetaui dari sumber yang menyatakan ("in tell") satu/suatu perihal/perkara yang kadar kebenarannya dapat dicari dalam pengalaman diri Para Pembaca ("act to all"), sehingga: apabila benar perkataan maknawi ini, dalam tolok ukur pembaca, maka benarlah pembaca tersebut pernah mengalaminya, ataupun, minimal: pernah memikirkannya.].

Itu adalah ranah pengetauan individu "anthropos", yang punya kemampuan mengingat ("memory"), biasanya di dekat letak sepasang mata, kepala, yaitu organ otak.

Ketika kebenaran tersebut dirasakan terdetéksi hal yang lebih benarnya, ada kaidah - kaidah hukum/aturan - aturan yang telah_lagi, ataupun yang pernah diingatnya pula dalam mémori, maka: memasuki ranah pemahaman, yang diantar oléh pengetauan berkendaraan ingatan tadi.

Pemahaman yang berada di ambang batas psikis di antara ingatan dan bathin (kecenderungan - kecenderungan perasaan - perasaan hati), memasuki aréa ingatan_diri ('nafsiy'/"self").

Pada lanjutannya, apabila beberapa "clue(+s)" di antara berbagai sinapsis syaraf - syaraf ingatan_diri di tengah kedua alis yang melindungi organ - organ penglihatan dari jatuhnya benda - benda asing dari atas dahi ♡[yang dianggap lebih superior] telah mendapat "simultant I'm_pull(+s)" [hasrat Sang Aku ("Ego") mendorong kemajuanku secara simultan], terjadi konfirmasi kepada ingatan sekali lagi [bolak - balik 1 rit, ke ubun - ubun kepala (qolaab)], mengenai apakah telah benar fakta - fakta diri menemukan kebenaran atas rangsangan - rangsangan yang diterima sénsorik syaraf - syaraf organ?.

Apabila telah benar konfirmasinya, mengalir arah DATA Intellectual_abilifies ini ke arah 'lebih dalam': jiwa.

Dalam jiwa_lah prosés pengolahan selanjutnya, yang bisa disebut: Emotional_abilifies Capacity Proccessing. Titik tengah ulu_hati, di tengah - tengah kedua belahan tulang dada vértikal, sérong sekitar 20 - 25 derajat ke kanan atas jantung adalah penumpu pembukaan Kepala_Hati sebelum DATA menyentuh "heart".

Dengan demikian, keduanya [IQ, dan EQ], yang secara khusus nantinya lebih diperdalam dalam keahlian - keahlian keilmuan khusus dari yang khusus, seperti: Tasawuf dan Psikotérapi, yang merupakan bagian pendalaman yang lebih khusus dari Psikologi Umum, semuanya berawal dari Kontéks Antropologi, yang ber_"count"_`ain [berhitungan penglihatan seperti uraian - uraian tadi].

IQ sebagai bentuk produk "Count_save" [hitungan pertimbangan menyimpan jenis DATA] Cipta [pemikiran/yang dipikirkan], adalah berbéda dengan EQ - meskipun bukan artinya tiada beririsan sama sekali dengan Rasa ["sense"] - dan dengan Karsa ["desire"/ghoiyr_ruwh (di luar kemurnian diri yang suci)].

EQ yang membentuki "Equality Minds Of Think Implisite Own Nearby" [EMOTION], meski cenderung subjéktif, namun neracanya yang dihisab bersama dengan IQ, akan menjadi keseimbangan, yang membuktikan letak sempurnanya manusia ["Anthropos" secara kejiwaan, ataupun "Homo Sapiens" secara biologika].

Maka, simpulan bahasan tulisan ini: pembatasan pertama bagi Antropologi, adalah keilmuan mengenai 'Sisi Dalam' Individu Manusia, bukan aspék fisiologinya [bukan aspék biologika].

Simpulan Ke-2: Antropologi bersubjék dan objék pada diri individu manusia, bukan pada social_center_nya.

Simpulan Ke-3: aspék - aspék karya - karya yang dihasilkan oléh Individu "Anthropus" yang ber_Cipta, dan ber_Rasa, adalah bukan terlepas dari "internal factory"/fakta - fakta aslinya yang diketaui dan pernah dialami, yang digunakannya guna membuat 'adaama - adaama' baru_lainya.

Simpulan Ke-4: prosés "anthropos" menjadi "human", ketika dituliskan, dan dapat diterima informasinya oléh Pihak - Pihak Lain yang sezamannya, serta kelak yang berbéda zaman [selanjutnya, dan kadang dimungkinkan: bagi yang sebelumnya], menjadi salasatu dasar Pendidikan Sejarah. 

Tapi, bagi Keilmuan Sejarah, informasi kepada genarasi sebelumnya, hanya dapat diposkannya/diberitakannya setelah ditransformasikan melalui tahapan Sejarah sebagai Hukum.

SJ216 Dasar - Dasar Sosiologi (1).

Yusni Tria Yunda [📝📚].
Suntingan-108/04/2020》menautkan konsép: .
Konsép - Konsép Bahasan 1》

Komunikasi, Interaksi, Pergerakan, Peranan Sosial, Kontrak Sosial, Pranata Sosial, Mobilitas Sosial, Pelapisan Sosial.
1st Main Concepts 》

Communication, Interaction, Movement, Social Role, Social Contracts, Social Institutions, Social Mobility, Social Coatings.

2 (dua) Orang, adalah batas minimal dari konsép utama sosial, ya itu: komunikasi, yang merangkap sebagai ciri utama dari lingkup sosial. Tanpa adanya komunikasi di antara 2 (dua) individu atau lebih, bukanlah ranah Sosiologi, namun , yang berobjék 'Manusia sebagai Individu', sehingga pendalaman bagi Antropologi lebih kepada keunikannya secara psikis individual, sedangkan bagi kajian Sosiologi lebih kepada pergerakan manusia dengan manusia lainnya.
2 (two) of peoples, is the minimum threshold of the main social concept, that is: communication, which also doubles as the main characteristic of the social sphere.  Without communication between 2 (two) or more individuals, it is not the realm of Sociology, but it is , whose objective is 'Humans as Individuals', so that the deepening of Anthropology is more to the psychic uniqueness of the individual, whereas for the study of Sociology it is more to the movement of humans with  other humans.

Pergerakan, dalam konsép interaksi, menjadikan iteraksi_sosial sebagai bahan kajian Sosiologi, beserta pula kajian mengenai akibat - akibat langsung, ataupun éfék - éfék dari terjadinya bentuk - bentuk interaksi sosial di antara dua manusia dan atau lebih.
Movement, in the interaction concept, makes social interactions as material for the study of Sociology, along with studies of the direct effects, or effects of the forms of social interaction between two people and or more.
Akibat - akibat yang ditimbulkan dari adanya komunikasi, adalah: terbentuknya pengertian - pengertian, setelah saling mengetaui pesan dari Para Pihak yang saling berkomunikasi tersebut.
The consequences arising from the existence of communication, are: the formation of meanings, after knowing each other's messages from the communicating Parties.
Dari pesan - pesan yang didapatkan dalam prosés komunikasi, manusia dapat memahami posisinya, ya itu peranannya dalam hubungan - hubungannya di tempatnya berinteraksi. "Order" dapat muncul dari pengertian - pengertian tersebut.
From the messages obtained in the communication process, humans can understand their position, yes, their role in the relationships in the place of interaction.  "Order" can arise from these notions.
Peranan_sosial, yang dirasakan perlu diemban oléh individu dan atau sekelompok masyarakat, adalah muncul berdasarkan hasil penyepakatan dengan diri individu yang bersangkutan, berkenaan dengan poténsi - poténsi sosial yang lagi dipunyainya, beserta poténsi - poténsi yang belum dipunyainya, baik matéril ataupun non_materil.
The social role, which is felt to be carried out by individuals and / or groups of people, is to emerge based on the results of agreement with the individual concerned, regarding social potencies which he has, as well as potentials which he does not yet have, either matéril or non-material.
Pertimbangan status kepunyaan poténsi, membuat pihak - pihak yang merasa kurang dalam satu ataupun suatu perkara, memerlukan kontribusi ataupun peranan dari Pihak Lain: individu - individu lain, ataupun Kelompok - Kelompok Lain dalam masyarakat tempatnya melangsungkan kehidupan, guna mengisi kekosongan poténsi yang belum ada pada dirinya.
Consideration of the status of possession of potential, makes parties who feel lacking in one or a case, require contributions or roles from Other Parties: other individuals, or Other Groups in the community in which they live, in order to fill the potential vacancies that do not yet exist in  himself.
The bargain process of talents amoung two or more individues is starting, when the increasing needing by one partition from the other one, dan prosés tawar menawar ini dapat menjadi awal yang baik dari suatu mékanismeu bisnis, atau: téknis umum pertukaran dari suatu sistem perékonomian, yang menjadi muamalah.
The bargain process of talents amoung two or more individuals is starting, when the increasing needing by one partition from the other one, and this bargaining process can be a good start of a business mechanism, or: the general technical exchange of an economic system,  that becomes muamalah.
Dengan latar belakang kesadaran akan perlunya saling mengisi dalam peranan - peranan yang belum [lagi_bukan dipunyai] oléh Pihak Partner Interaksi, maka terbentuklah kesepakatan - kesepakatan, dengan modél kesepakatan lisan yang bukan/belum tertuliskan [sehubungan keperluan - keperluan tersebut belum bersifat kompléks, serta masih dapat ditangani secara praktis], ataupun yang tertulis, seperti kontrak - kontrak sosial bagi masyarakat sejarah yang telah mengenal tulisan.
With a background of awareness of the need to complement each other in roles that are not yet owned by the Interaction Partner, agreements are formed, with verbal agreements not / not yet written [regarding these needs not yet being complex, and still  can be handled practically], or written, such as social contracts for historical societies who are familiar with writing.
Kontrak - kontrak sosial yang tanpa tertulis, seperti terjalinnya kerjasama diferensiasi jenis pekerjaan bagi Laki - Laki Déwasa, dan bagi Perempuan Déwasa, pada masa pra_sejarah, dimungkinkan terjadi pula dalam kontrak - kontrak sosial secara éksternal, seperti: perkawinan di antara satu anggota pemukim di satu kelompok masyarakat pra_sejarah, dengan satu anggota pemukim di satu kelompok lain, di luar kelompoknya, tanpa perlu dituliskan Berita Acara_nya, sehubungan tingkat keperluan yang simpel pada saat itu berbéda dengan kompléksitas bagi masayarakat manusia yang hidup setelahnya, maka diperlukanlah média guna saling mengingatkan tiap - tiap Berita Acara di luar diri kelompok terkecil dalam satu komunitas sosial.
Unwritten social contracts, such as cooperation in the differentiation of the types of work for Déwasa Men, and for Déwasa Women, in pre-historical times, it is also possible for social contracts to occur externally, such as marriage between one member of the settlers in one  pre-historic community groups, with one member of the settlers in another group, outside the group, without the need to write the Minutes, due to the simple level of need at that time differing with the complexity of the human society that lives afterwards, it is necessary to remind each - each  News Event outside the smallest self groups in a social community.
Kondisi pra_nata sosial yang belum tertata secara tertulis, bersifat sederhana, yang dengan itu pertukaran pesan dan kabar, lebih mudah, dan lebih didasarkan kepada rasa tau sama tau di antara anggota - anggota kelompoknya sebagai struktur dasar dari pelapisan sosial yang belum tebal jarak di antara jenjang - jenjangnya.
Variasi dari pola - pola mobilitas sosial di antara posisi - posisi individu dalam struktur sosial masyarakat yang belum mengenal tulisan, belum terpimpin secara organisasional yang bersistem éféktif, adalah belum banyak merambah bidang - bidang menyamping - vértikal, dalam arti: arah mobilitas sosialnya masih cenderung berpola séri daripada berpola paralél, di mana gerakan mobilitas hanya terbatas pada 2 (dua) arah saja: kalau bukan lurus secara vértikal [naik ke atas struktur kelompok sosial/generasi lanjut/pemimpin di kelompoknya], adalah lurus secara horizontal [bergésér ke diferensiasi lainnya yang sejajar dengan posisinya dalam struktur sosial sebelumnya, misal: hijrah ke profési sumber mata pencaharian lain, di kelompok sosial lainnya].
The condition of social praata that has not been arranged in writing, is simple, with which the exchange of messages and news, is easier, and is based more on the same knowing among members of the group as the basic structure of social stratification that has not been thickened the distance between levels - level.
Variations of patterns of social mobility among individual positions in social structures of society that are unfamiliar with writing, have not been organizationally guided in an effective system, have not yet penetrated much of the sideways - vertical fields, in the sense: the direction of social mobility still tends to be patterned  séri rather than a paralél pattern, where mobility is only limited to 2 (two) directions: if not vertically straight [up to the social group structure / later generations / leaders in the group], is horizontally straight [bergésér to other differentiations that are  parallel to its position in the previous social structure, for example: moving to the profession of other livelihood sources, in other social groups].
Kondisi jarang terdapatnya silangan - silangan dalam mobilitas sosial tersebut, menunjukkan bahwa pelapisan sosial dalam kelompok masyarakat seperti demikian, masih sederhana.
The rare condition of crosses in social mobility shows that social stratification in such groups is still simple.
________
Téks asli ditulis dalam Bahasa Indonésia, diterjemakan ke dalam "English" menggunakan Google Translate.